Dampak terburuk dari kejadian ini adalah rusaknya jalan dan pesawahan yang terendam air.
Meskipun begitu, Mawardi menegaskan bahwa dampak terhadap rumah warga tidak terlalu parah, namun lahan pertanian yang sudah matang terancam gagal panen.
Mawardi juga mengapresiasi Gerakan Bersama Penanganan Bencana Hidrometeorologi yang diinisiasi oleh Bupati dan Wakil Bupati Garut.
Ia mengatakan, melalui gerakan ini, bukan hanya aparatur pemerintah yang turun tangan, tetapi juga masyarakat yang terlibat aktif dalam membersihkan saluran irigasi dan drainase.
“Gerakan ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam penanggulangan masalah lingkungan,” ata dia.
Sementara itu, Lurah Kelurahan Sukajaya, Dayat, mengungkapkan bahwa banjir terjadi saat sebagian warga sedang melaksanakan salat tarawih, dan akibatnya 60% wilayah Kelurahan Sukajaya terdampak.
Sekitar 5 hektare lahan sawah tergenang, menyebabkan potensi gagal panen. Dayat berharap gerakan bersama ini bisa mengedukasi masyarakat dan mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Gerakan bersama ini membuktikan bahwa gotong-royong antara pemerintah dan masyarakat dapat memberikan dampak positif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana alam seperti banjir.
