KITAINDONESIASATU.COM – Untuk meningkatkan lifting minyak bumi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), diperlukan strategi yang efektif dan selektif.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Mulyadi, seperti ditulis Parlementari pada Kamis, 12 Desember 2024
Ia menjelaskan bahwa PHR menggunakan dua pendekatan utama, yaitu workover dan infill drilling, yang memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing.
Mulyadi menyoroti pentingnya strategi infill drilling dilakukan secara selektif untuk menghindari pemborosan biaya pengeboran sumur baru.
Di sisi lain, workover dan well intervention (WOWI) dinilai lebih efisien dalam menambah produksi minyak dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Komisi XII DPR RI memberikan dukungan penuh kepada PHR untuk mencapai target lifting nasional sebesar 1 juta barel per hari pada 2030.
Mulyadi juga berencana mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan PHR dan SKK Migas untuk mendalami lebih lanjut kendala dan peluang dalam strategi lifting minyak.
Dengan strategi yang terarah, PHR diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitasnya untuk mendukung target lifting nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.- ***

