KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Cak Imin menegaskan bahwa arah demokrasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kualitas pers, terutama di tengah derasnya arus kecerdasan buatan dan teknologi digital.
Menurutnya, peran pers dalam demokrasi di era algoritma tidak bisa digantikan oleh mesin.
Dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Serang, Banten sebagaimana dilansir RRI, Cak Imin menyoroti bagaimana miliaran keputusan kini diproses oleh algoritma dan kecerdasan buatan, namun nasib demokrasi tetap bertumpu pada kualitas pers dan peran pers dalam demokrasi di era algoritma.
Ia menjelaskan, dunia modern bergerak sangat cepat dan dikendalikan oleh data serta sistem digital.
Dalam kondisi tersebut, Cak Imin menilai batas antara fakta dan manipulasi semakin kabur, sehingga kualitas pers diuji melalui proses verifikasi yang ketat di tengah dominasi kecerdasan buatan dan peran pers dalam demokrasi di era algoritma.
Menurut Cak Imin, jurnalisme bukanlah aktivitas netral tanpa dampak. Ia menyebut pers sebagai penerang peradaban dan penggerak perubahan sosial, di mana kualitas pers akan menentukan arah masyarakat di tengah kemajuan kecerdasan buatan dan peran pers dalam demokrasi di era algoritma.
