CEO PT Inagi, Farizqi Bayu, memberikan apresiasi terhadap kualitas susu sapi perah yang dihasilkan peternak Desa Sukamurni. Ia menilai susu di wilayah tersebut telah memenuhi standar bahan baku untuk produk-produk premium.
Dengan ketersediaan bahan baku berkualitas, Farizqi optimistis Garut berpeluang memiliki produk olahan susu unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Tidak hanya yoghurt, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi susu steril atau keju. Harapannya, Garut nantinya memiliki produk keju khas atau signature yang dikenal di seluruh Indonesia, bahkan dunia,” ungkapnya.
Dorong Kesejahteraan Peternak
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, drh. Dyah Savitri, menjelaskan bahwa saat ini sebagian kecil susu hasil peternakan di Sukamurni telah diolah secara mandiri menjadi yoghurt. Namun, keterbatasan teknologi dan skala produksi masih menjadi tantangan utama.
Ia berharap kehadiran pendampingan dan inovasi pengolahan dapat meningkatkan diversifikasi produk sekaligus kesejahteraan peternak.





