Menurut Syakur, pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi kenangan tersendiri bagi pelajar, terlebih bagi mereka yang berhasil meraih prestasi.
“Yang pasti harus meriah, dan juga anak-anak akan berkesan di otak mereka kalau ikut kompetisi, apalagi kalau juara. Hadiah juga lumayan. Saya sampaikan ke kepala sekolah kalau sekolahnya berprestasi kita akan memberikan reward bagi sekolahnya,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa prestasi siswa diharapkan tidak berhenti pada penghargaan kepada individu. Sekolah yang berhasil mencetak prestasi juga mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya mendorong budaya kompetisi yang positif.
LCC Bukan Sekadar Mencari Juara
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Asep Wawan Budiman menambahkan, LCC SMP 2026 memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menentukan tim terbaik.
Menurutnya, kompetisi tersebut merupakan bagian dari pembinaan peserta didik. Kemampuan yang ingin dikembangkan mencakup literasi, berpikir kritis, penalaran, kerja sama, hingga kemampuan menyelesaikan masalah.
“Kami ingin anak-anak Garut tidak hanya pintar menjawab soal tetapi juga mampu memahami informasi, berpikir sebelum mengambil keputusan, percaya diri, dan tetap memiliki karakter serta sikap yang baik,” ucap Asep.






