“Sebagai perempuan, kita memiliki peran penting untuk mengingatkan suami kita yang memiliki jabatan agar tidak menyimpang. Kita adalah pengendali, bagian dari masyarakat, sekaligus pelaksana kebijakan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Bhayangkari Cabang Kota Bogor, Rina Eko Prasetyo yang menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat bagi organisasi kewanitaan.
“Semoga ke depan kami bisa terus berperan aktif dalam membantu upaya pemberantasan korupsi,” katanya.
Ketua DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Bogor, Dhany Rose, juga menekankan pentingnya menanamkan kesadaran dari hal-hal kecil.
“Dengan menjauhi bentuk-bentuk korupsi sekecil apa pun, kita bisa menjaga diri dan keluarga,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Perempuan Indonesia Maju (PIM) Bogor Raya, Irma menyampaikan bahwa kegiatan ini memperkaya pengetahuan mereka tentang sistem korupsi serta pentingnya peran perempuan dalam mencegahnya.
“Harapannya kami bisa menyebarkan pemahaman ini ke komunitas kami dan masyarakat luas,” ujarnya.
Dwi Jayanti Gunandini dari Alisa Khadija ICMI Kota Bogor juga merasakan manfaat dari kegiatan ini.
“Materi yang disampaikan membuka wawasan kami soal perbedaan korupsi dan gratifikasi yang sering samar. Sebagai perempuan kami harus paham dan siap menyebarkan pengetahuan ini ke lingkungan sekitar,” ungkapnya. (Nicko)


