News

BPBD Naikkan Status Banjir di Makassar Jadi Tanggap Darurat

×

BPBD Naikkan Status Banjir di Makassar Jadi Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, menaiki perahu BPBD untuk mengecek kondisi banjir di Kecamatan Manggala, Makassar. (Ist/Humas Pemkot)
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, menaiki perahu BPBD untuk mengecek kondisi banjir di Kecamatan Manggala, Makassar. (Ist/Humas Pemkot)

KITAINDONESIASATU.COM – Hingga Senin (23/12/2024) malam, jumlah pengungsi akibat banjir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mencapai 2.251 jiwa. Para pengungsi itu tersebar di 34 titik pengungsian di 4 kecamatan.

Kondisi itu mendorong ditetapkan status tanggap darurat banjir hingga 27 Desember mendatang.
Terutama setelah melihat jumlah pengungsi yang terus meningkat dan dampak banjir yang semakin meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menyebut jika status siaga darurat yang sebelumnya diberlakukan, ditingkatkan menjadi tanggap darurat.
“Eskalasi yang meningkat memaksa kita untuk menaikkan status,” ungkap Hendra, sebutnya pada Senin (23/12/2024) malam.

Ini sebagi upaya percepatan upaya penanggulangan bencana banjir, dimana seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dikerahkan untuk mengatasi dampak banjir dan membantu para pengungsi.

Hendra juga menjelaskan jika status tanggap darurat tersebut akan dicabut jika kondisi cuaca membaik sebelum tanggal 27 Desember 2024.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengintruksikan seluruh jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lingkup Pemerintah Kota Makassar untuk tetap siaga banjir 24 jam selama musim penghujan.

Hal ini ditekankan Danny Pomanto, sapaan akrab Wali Kota Makassar ini, saat meninjau banjir di Kecamatan Manggala, pada Minggu (22/12/2024). Cuaca ekstrem, sebut Danny, tak hanya terjadi di Kota Makassar. Tapi hampir terjadi di seluruh dunia.

“Makassar adalah salah satu tempat yang selalu menjadi langganan cuaca ekstrem,” sebut Danny Pomanto. Menurutnya, Kota Makassar saat ini dilanda cuaca ekstrem dengan risiko banjir yang cukup tinggi, begitu pun dengan bencana kekeringan.

Karenanya, ia memerintahkan OPD untuk terus meningkatkan koordinasi dan mengantisipasi terhadap kemungkinan terburuk yang akan terjadi di musim penghujan.

“24 jam kita standby di musim penghujan ini, terus semangat, terus berdedikasi, dan terus memberikan pelayanan terbaik, dan terus mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk dari banjir tahun ini,” tegas Konsultan Arsitektur ini.

Danny juga mengimbau kepada seluruh warga agar terus bergotong royong, bahu membahu, tidak saling menyalahkan, dan saling membantu di tengah bencana banjir yang melanda saat ini.
“Yang penting adalah bagaimana penyelamatan keluarga, terutama anak-anak kita dan orang tua kita,” tutup Wali Kota Makassar dua periode ini. (Fit/Yo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *