KITAINDONESIASATU.COM– Bencana longsor yang terjadi di Jalan Saleh Danasasmita, Kelurahan Batutulis, Bogor, menunjukkan kurangnya kesiapan dan antisipasi terhadap bencana yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah.
Walikota Bogor, Dedie A Rachim, kini terpaksa mengambil langkah darurat dengan menetapkan status tanggap bencana, setelah insiden ini mengakibatkan dampak besar bagi warga di empat kelurahan.Â
Dalam pertemuan video call Rabu 5 Maret 2025 kemarin dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti, Dedie mengungkapkan bahwa kondisi mendesak ini terjadi di lokasi yang masih dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor.
“Bahwa underpass Batutulis masih dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor, menunggu sertifikat laik fungsi, tetapi Pemkot Bogor telah menetapkan status tanggap darurat bencana. Langkah ini penting untuk mempercepat proses perbaikan, khususnya karena longsor ini berdampak pada warga di empat kelurahan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis 6 Maret 2025.
Dalam komunikasi tersebut, Wamen Diana merespons dengan cepat, menjanjikan penurunan tim untuk mengecek kerusakan dan merencanakan perbaikan lebih lanjut. Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, turut memberikan gambaran tentang risiko longsor susulan, mengingat banyaknya permukiman di sekitar alur sungai.
“Ini adalah masalah serius yang memerlukan solusi segera. Koordinasi lebih lanjut antara Pemkot Bogor dan Kemen PU sangat penting,” tegas Raditya.
BNPB akan mengawal proses ini hingga perbaikan jalur di Batutulis dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. (Nicko/aps)


