KITAINDONESIASATU.COM – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan masih menyelidiki penyebab kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi 2, Bogor, Jawa Barat.
Tim dari Kemenhub telah dikerahkan ke lokasi untuk mengumpulkan bukti serta informasi yang diperlukan.
Namun, hingga kini, belum ada temuan faktual yang bisa diungkap terkait insiden maut yang mengakibatkan delapan orang tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka.
Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, menyatakan bahwa pihaknya masih belum dapat mengungkapkan fakta penyebab kecelakaan tersebut.
“Kami belum memiliki data faktual karena pengemudi belum bisa dimintai keterangan dan kendaraan dalam kondisi terbakar,” ujar Wildan, seperti ditulis Kompas.com, Jumat (7/2/2025).
Wildan menjelaskan bahwa pihaknya perlu memastikan beberapa aspek teknis terkait fungsi rem kendaraan yang diduga mengalami kegagalan.
Namun, karena kondisi kendaraan yang hangus terbakar, pihaknya belum dapat mendeteksi kemungkinan kebocoran pada sistem pneumatik maupun hidrolik, sehingga kesimpulan belum bisa diambil.
Lebih lanjut, Wildan menjelaskan bahwa rem truk dan bus dapat dikategorikan dalam kondisi baik jika memenuhi tiga kriteria utama: tidak ada kebocoran pada sistem pneumatik, tidak ada kebocoran pada sistem hidrolik, dan jarak antara kampas rem dengan tromol sesuai standar dari masing-masing pabrikan.
Selain itu, celah kampas dengan tromol, –dikenal sebagai travel stroke– harus dalam posisi ideal, tidak terlalu longgar atau terlalu rapat.
Jika ketiga faktor ini terpenuhi, maka rem kendaraan dapat dinyatakan dalam kondisi normal.- ***


