Kesempatan belajar tidak hanya diperuntukkan bagi warga keturunan Tionghoa. Masyarakat umum, generasi muda hingga pegawai negeri juga dipersilakan mendaftar selama memiliki ketertarikan mempelajari bahasa Mandarin.
“Siapa pun baik warga keturunan Tionghoa maupun saudara-saudara warga Indonesia mulai dari anak muda hingga pegawai negeri, selama mencintai bahasa Mandarin dapat mendaftar dan belajar di sini,” tuturnya.
Dengan dibukanya fasilitas ini, Bandung tidak hanya memperluas akses pembelajaran bahasa asing, tetapi juga membuka ruang interaksi budaya yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang pendidikan dan kerja sama internasional.***




