Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut baik hadirnya fasilitas tersebut.
Ia menilai kemampuan berbahasa asing menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kapasitas intelektual.
“Pengetahuan bahasa khususnya bahasa asing akan menambah khazanah kecerdasan orang Bandung untuk belajar bahasa asing,” kata Farhan.
Menurut Farhan, pembelajaran bahasa juga memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar kemampuan berkomunikasi.
Interaksi masyarakat melalui kegiatan pendidikan dapat membangun hubungan persahabatan lintas negara atau dikenal sebagai people-to-people diplomacy.
Melalui pendekatan tersebut, hubungan Indonesia dan Tiongkok tidak hanya dibangun lewat kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui interaksi langsung masyarakat kedua negara.
Farhan berharap keberadaan pusat pembelajaran ini dapat memperkuat hubungan Bandung dengan sejumlah kota di Tiongkok. Apalagi, Kota Bandung selama ini telah menjalin kerja sama dengan beberapa kota di negara tersebut melalui program sister city.




