KITAINDONESIASATU.COM – Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebanyak 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kobaran api menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp1,2 miliar. Selain itu, sebanyak 150 jiwa ikut terdampak akibat kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman tersebut.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal mengatakan, nilai kerugian tersebut berdasarkan hasil taksiran petugas.
“Taksiran kerugian kebakaran mencapai Rp1,2 miliar,” kata Asril dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9).
24 Mobil Damkar Dikerahkan
Laporan mengenai kebakaran diterima Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan melalui saluran telepon darurat pada pukul 20.31 WIB. Saat petugas tiba, api sudah dalam kondisi membesar.
Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran bersama 128 personel langsung dikerahkan ke lokasi.
Kobaran api membakar area yang terdiri atas sekitar 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha dengan luas lahan mencapai 1.205 meter persegi.
Petugas akhirnya berhasil melokalisasi api pada pukul 21.20 WIB. Setelah itu, proses pendinginan dilakukan mulai pukul 21.33 WIB untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Seluruh proses pemadaman kemudian dinyatakan selesai sekitar pukul 24.00 WIB.
Diduga Korsleting Listrik
Dari hasil informasi sementara, kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik yang terjadi di salah satu rumah.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menjadi bagian dari penanganan dan pemeriksaan petugas terkait.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena api dengan cepat merambat di kawasan permukiman dan berdampak terhadap puluhan bangunan serta ratusan warga.
Total terdapat 22 bangunan yang terdampak, terdiri atas 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha. Kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp1,2 miliar, sementara jumlah warga yang terdampak mencapai 150 jiwa. (*)





