News

Antisipasi Pasokan Energi Jelang Ramadan, DPR Soroti Distribusi BBM, LPG, dan Listrik

×

Antisipasi Pasokan Energi Jelang Ramadan, DPR Soroti Distribusi BBM, LPG, dan Listrik

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 40
Distribusi LPG

KITAINDONESIASATU.COM – Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XII DPR RI bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Mukhtarudin menyoroti kesiapan pasokan listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan gas elpiji (LPG) menjelang Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1446 H.

Ia menekankan pentingnya kelancaran distribusi agar kebutuhan masyarakat selama periode tersebut dapat terpenuhi dengan baik.

Mukhtarudin mengingatkan perlunya antisipasi terhadap kendala yang berpotensi menghambat distribusi, terutama akibat cuaca yang tidak menentu.

“Distribusi harus benar-benar diperhatikan, terutama karena cuaca saat ini sulit diprediksi. Jangan sampai hambatan transportasi dan cuaca menyebabkan daerah-daerah, terutama wilayah 3T, mengalami kesulitan mendapatkan LPG, gas, dan BBM,” ujarnya, Rabu (26/2/2025).

Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini untuk mencegah gangguan distribusi yang dapat merugikan masyarakat, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Perlu ada langkah antisipasi sejak dini agar hambatan bisa dicegah,” tambahnya.

Selain itu, Mukhtarudin menyoroti kesiapan pasokan listrik dan meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk lebih waspada, terutama di daerah rawan cuaca ekstrem seperti Kalimantan.

Ia mengingatkan insiden beberapa tahun lalu ketika pemadaman listrik (blackout) terjadi akibat pohon tumbang yang merusak saluran transmisi listrik (sutet).

“Selama tidak ada cuaca ekstrem, pasokan listrik relatif aman. Namun, kita pernah mengalami blackout selama 3-4 hari akibat pohon tumbang yang merusak sutet,” kata Politisi Fraksi P-Golkar tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, Mukhtarudin menekankan perlunya pengecekan rutin untuk memastikan tidak ada pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik.

Ia mengusulkan pemanfaatan teknologi seperti drone untuk memantau dan mendeteksi potensi gangguan, sehingga permasalahan dapat diantisipasi lebih awal.

“Dengan teknologi yang ada, seperti drone, kita bisa lebih cepat mengidentifikasi daerah yang berisiko mengalami gangguan listrik,” pungkasnya.- ***

`

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *