Erupsi 2018 memang pernah memicu tsunami setelah sebagian tubuh Anak Krakatau runtuh ke laut.
Namun, kondisi morfologi gunung saat ini berbeda dan perkembangan bentuk tubuh gunung tetap dipantau secara intensif.
Status Anak Krakatau Masih Siaga
Aktivitas erupsi Anak Krakatau saat ini berlangsung dalam status Level III atau Siaga. Badan Geologi menyebut potensi bahaya yang perlu diwaspadai antara lain aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, serta hujan abu lebat.
Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga di wilayah pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan BPBD.
Sejarah letusan Krakatau 1883 dan tsunami 2018 membuat aktivitas Gunung Anak Krakatau selalu menjadi perhatian.
Namun, masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan melalui kanal resmi pemerintah.***





