Awan hasil letusan juga diperkirakan bergerak cukup jauh mengikuti kondisi atmosfer.
Analisis tersebut menunjukkan sebaran awan vulkanik dapat mencapai wilayah yang jauh dari pusat erupsi.
Namun, Badan Geologi menegaskan bahwa tinggi kolom erupsi Anak Krakatau belum dapat diamati secara langsung dalam pemantauan 5 September.
Karena itu, angka 13-14 kilometer merupakan estimasi berdasarkan simulasi, bukan hasil pengukuran visual langsung.
Tidak Ada Indikasi Tsunami Besar Saat Ini
Meski aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat, masyarakat tidak perlu langsung mengaitkannya dengan ancaman tsunami.
Badan Geologi menyatakan tubuh gunung yang tumbuh kembali setelah tsunami 2018 masih relatif kecil dan belum menunjukkan potensi keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.





