KITAINDONESIASATU.COM – Al Ula, sebuah kota bersejarah di Arab Saudi, dikenal karena larangan Nabi Muhammad (SAW) untuk mengunjunginya.
Beliau melarang para sahabat memasuki daerah ini, yang dihuni oleh kaum Tsamud yang diazab Allah, kecuali dalam keadaan menangis.
Demikian unggahan akun instagram @unxplnd, Rabu, 6 November 2024.
Hal ini tercermin dalam sabdanya: “Janganlah kalian memasuki tempat-tempat orang-orang yang dihukum Allah… agar kalian tidak ditimpa musibah”.
Namun kini, Al Ula telah bertransformasi menjadi destinasi wisata, meskipun reputasinya sebagai tempat terkutuk masih melekat di kota ini.
Saat Nabi Muhammad SAW melewati Al Ula, beliau mempercepat langkahnya dan tidak menoleh ke kanan atau ke kiri.
Larangan ini disebabkan oleh sejarah kota tersebut yang berkaitan dengan kaum Tsamud, yang dihukum Allah karena mendustakan Nabi Saleh AS.
Dalam sebuah riwayat, Nabi bersabda bahwa umatnya tidak boleh memasuki tempat yang ditimpa azab kecuali dalam keadaan menangis, agar tidak terkena musibah yang sama.
Al Ula kini dikenal sebagai situs bersejarah dan wisata, meskipun reputasinya sebagai “tempat terkutuk” tetap ada.
Pemerintah Arab Saudi telah mengubah Al Ula menjadi destinasi wisata melalui beberapa inisiatif.
Di bawah rencana Path to Prosperity, Komisi Kerajaan untuk Al Ula (RCU) berfokus pada pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup di wilayah tersebut, sejalan dengan Visi 2030 untuk diversifikasi ekonomi.
Al Ula, dikenal dengan situs arkeologi Madain Saleh, kini menarik perhatian wisatawan global berkat sejarahnya yang kaya dan keindahan alamnya.
Langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat identitas nasional dan menarik pengunjung non-Muslim. *

