Namun kondisi di wilayah konflik tetap menjadi perhatian serius. Penyakit ini cepat menular di kamp pengungsian yang padat dan minim fasilitas sanitasi.
Di sisi lain, Ethiopia melaporkan delapan kasus yang dicurigai sebagai demam berdarah virus dan sedang menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebabnya. Pemerintah telah mengerahkan tim respons cepat untuk mengantisipasi penyebaran penyakit.
Untuk penyakit lain, CDC juga melaporkan bahwa wabah cacar monyet menunjukkan tren penurunan di beberapa negara yang sebelumnya terdampak paling parah. Meski demikian, kasus baru masih menjadi perhatian di Kenya, Guinea, Liberia, dan Ghana.***

