News

97 WNI Ditahan di Kamboja, KBRI Phnom Penh Bergerak Bawa Bantuan Darurat

×

97 WNI Ditahan di Kamboja, KBRI Phnom Penh Bergerak Bawa Bantuan Darurat

Sebarkan artikel ini
kbri phon
Bantuan berupa makanan instan dan obat-obatan untuk para WNI di kantor polisi, Kamboja. (Dok. KBRI Phnom Penh)

KITAINDONESIASATU.COM – Dunia maya geger setelah beredar video ratusan warga negara Indonesia (WNI) kabur dari sekapan sebuah perusahaan penipuan daring di Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja.

Kini, 97 WNI dikabarkan telah ditangkap oleh kepolisian setempat, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh langsung turun tangan memberikan bantuan darurat.

Dalam siaran pers resmi yang diterima Minggu (19/10), KBRI memastikan telah menyalurkan bantuan makanan siap saji, obat-obatan, kebutuhan sanitasi, serta perlengkapan perempuan bagi para WNI yang diamankan.

Dari 97 WNI tersebut, 86 orang ditahan di kantor polisi, sementara 11 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit akibat kelelahan dan luka-luka setelah melarikan diri.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman dan tidak membahayakan jiwa,” demikian keterangan KBRI Phnom Penh.

Insiden ini bermula dari video viral di media sosial yang menampilkan puluhan orang diduga WNI berlarian dari kompleks gedung yang disebut-sebut sebagai markas sindikat penipuan online (scamming).

Otoritas Kamboja kemudian melakukan penggerebekan dan mengamankan puluhan orang untuk dimintai keterangan.

Hasil investigasi awal, empat WNI diduga terlibat dalam tindakan kekerasan selama kericuhan terjadi.

Pihak Provinsi Kandal juga mengonfirmasi bahwa seluruh WNI akan dipindahkan ke pusat penahanan imigrasi di Phnom Penh sebelum menjalani proses deportasi ke Indonesia.

KBRI Phnom Penh menegaskan akan terus mengawal proses hukum dan memastikan hak-hak para WNI terpenuhi hingga pemulangan ke tanah air selesai.

“Kami terus berkomunikasi dengan otoritas Kamboja agar seluruh WNI mendapatkan perlakuan yang layak dan aman,” ujar perwakilan KBRI. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *