News

32 Titik Paparan Radiasi Cs-137 Ditemukan di Cikande, Warga Direlokasi

×

32 Titik Paparan Radiasi Cs-137 Ditemukan di Cikande, Warga Direlokasi

Sebarkan artikel ini
32 Titik Paparan Radiasi Cs-137 Ditemukan di Cikande, Warga Direlokasi
32 Titik Paparan Radiasi Cs-137 Ditemukan di Cikande, Warga Direlokasi

KITAINDONESIASATU.COM – Situasi darurat lingkungan tengah terjadi di Kawasan Industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten, setelah Satgas khusus bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menemukan 32 titik paparan radiasi Cesium-137 (Cs-137). Dari hasil identifikasi, 10 titik berada di luar kawasan industri, sedangkan 22 titik lainnya ditemukan di dalam area pabrik.

Temuan ini membuat pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk melindungi masyarakat sekitar.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, meminta warga yang tinggal di wilayah dengan paparan radiasi tinggi agar segera mengosongkan rumah dan direlokasi sementara waktu.

Ia menjelaskan bahwa pembatasan aktivitas di sekitar lokasi telah diberlakukan, dengan aparat keamanan yang berjaga untuk mencegah masyarakat masuk ke area berbahaya.

Hanif menegaskan, relokasi ini bersifat sementara sambil menunggu proses pembersihan dan investigasi sumber radiasi selesai dilakukan.

Sejumlah warga mengaku panik karena diminta meninggalkan rumah dengan membawa barang-barang penting.

Dari sisi teknis, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah turun langsung ke lapangan. Lembaga ini menjelaskan bahwa Cesium-137 merupakan isotop radioaktif berbahaya yang biasa digunakan dalam peralatan industri. Jika seseorang terpapar dalam dosis tinggi, efeknya bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius.

Hasil pengukuran lapangan menunjukkan bahwa tingkat radiasi di beberapa titik telah melebihi ambang batas aman, sehingga selain warga, pekerja di kawasan industri juga diminta menghentikan sementara aktivitasnya.

Pemerintah telah membangun posko darurat untuk menampung warga yang direlokasi dan memastikan kebutuhan logistik dasar tetap terpenuhi.

Hanif juga menambahkan bahwa pemerintah kini bekerja sama dengan kepolisian untuk menyelidiki sumber radiasi.

Dugaan awal mengarah pada kemungkinan adanya aktivitas industri ilegal atau pembuangan limbah berbahaya di kawasan tersebut.

Kasus ini mendapat perhatian nasional karena Cs-137 termasuk zat radioaktif dengan dampak jangka panjang — tidak hanya bagi manusia, tapi juga berpotensi mencemari lingkungan.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu hoaks, sembari menunggu pembaruan resmi dari Satgas dan KLHK. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *