KITAINDONESIASATU.COM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten mencatatkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 66,05 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 8.926.662 jiwa. Meski angka ini masih terbilang rendah, angka partisipasi ini mengalami peningkatan dibandingkan Pilkada Banten 2017 yang hanya mencapai 62,02 persen.
Ketua KPU Banten, M Ihsan, mengungkapkan bahwa total suara sah yang terkumpul dalam Pilgub kali ini mencapai 5.551.684, dengan 356.492 suara tidak sah, sehingga total suara sah dan tidak sah mencapai 5.908.176. Pasangan calon nomor urut 2, Andra-Dimyati, berhasil meraih suara terbanyak dengan 3.102.501 suara (55,88%), sementara pasangan Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi memperoleh 2.449.183 suara (44,12%).
Meski ada peningkatan partisipasi dibandingkan Pilkada 2017, KPU juga mencatatkan jumlah surat suara yang tidak digunakan cukup besar, yakni 3.246.947. Surat suara ini, menurut Ihsan, akan disimpan dengan aman di kantor KPU atau gudang yang dimiliki oleh KPU Banten.
“Alhamdulillah, partisipasi kita sudah sesuai dengan target, yakni di atas 63 persen, meski golput masih cukup tinggi,” ujar Ihsan, kemarin.
Sementara itu, partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Serang 2024 tidak mencapai target yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang. Target partisipasi sebesar 80 persen hanya tercapai 72 persen, dengan faktor cuaca, khususnya hujan deras, menjadi penyebab utama kegagalan ini.
Meskipun tidak memenuhi target, KPU Kota Serang mencatatkan peningkatan dibandingkan Pilkada 2018 yang hanya mencapai 69 persen. “Kami anggap ini luar biasa, meski belum mencapai target. Kami menargetkan partisipasi 77 persen hingga 80 persen,” ujar Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Kota Serang, Iip Patrudin.
Iip menjelaskan, hujan deras yang terjadi pada hari pemungutan suara, 27 November 2024, memengaruhi tingkat partisipasi, terutama di Kecamatan Taktakan yang mencatatkan angka partisipasi paling rendah, yakni 69 persen. Hujan antara pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB menyebabkan beberapa kendala, salah satunya di Kelurahan Cilowong. “Di sana, satu TPS ambruk karena hujan deras, dan pemungutan suara terpaksa dipindahkan ke masjid terdekat,” ungkap Iip.



