KITAINDONESIASATU.COM – Ramai kabar di medsos, pengelola jaraingan Alfamart menutup 300 gerai di sepanjang tahun 2024. Netizen pun bertanya-tanya perihal kabar tak sedap tersebut. Mereka khawatir karena menyangkut banyak nasib karyawan.
“Semoga berita ini nggak benar, karena harus diakui mini market seperti Alfamart banyak memakai tenaga kerja di sekitar lokasi gerai dimana berdiri,” kata Anton, warga Tebet, Jakarta Selatan kepada kitaindonesiasatu.com, Senin (16/12.2024).
Menanggapi hal tersebut, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan minimarket Alfamart, Solihin mengungkapkan sekitar 300 lebih gerai Alfamart ditutup pada 2024.
“Hal itu didorong sejumlah faktor, salah satunya biaya sewa gerai yang makin mahal. Kami minimal sewa lima tahun. Biaya sewa naik, tetapi kenaikan juga ada yang tidak kira-kira,” kata Solihin kepada wartawan, Minggu (15/12/2024).
Selain itu, ada pemilik tempat yang tidak perpanjang sewa lantaran mau beralih ke usaha lain. Ini menjadi faktor dominan gerai perseroan ditutup.
Meski ratusan gerai ditutup, perseroan juga ekspansi dengan membuka banyak gerai. “Banyak yang buka daripada yang tutup. Gerai tutup lantaran biaya sewa yang naik,” ujarnya.
Bahkan pada 2025, Solihin optimistis, Perseroan dapat membuka minimal 800 gerai. Selain itu, Perseroan juga akan membuka dan ekspansi distribution center di Palangkaraya dan Luwu pada 2025.




