KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan sebanyak 2.500 anak untuk menerima vaksin dengue pada tahun ini.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD), yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di kota tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, dr. Tabiun Huda, menyampaikan, vaksinasi dengue direncanakan mulai dilaksanakan pada Agustus 2025, bertepatan dengan momentum Pekan Imunisasi Nasional (PIN).
“Kasus DBD di Banjarmasin masih tergolong tinggi, bahkan sepanjang tahun ini tercatat tiga warga meninggal dunia akibat penyakit tersebut,” ujar Tabiun, Kamis (26/6/2025).
Menurut dia, vaksin dengue telah digunakan di sejumlah negara seperti Argentina dan Brasil. Di Indonesia, pelaksanaan vaksinasi dengue masih dalam tahap persiapan. Khusus di Banjarmasin, Dinkes telah menyiapkan sebanyak 5.000 dosis vaksin, dengan skema pemberian dua kali suntikan kepada setiap anak, berselang tiga bulan.
Tabiun menegaskan, vaksin dengue bukan berarti menghilangkan risiko penularan sepenuhnya, namun dapat mengurangi kemungkinan infeksi berkembang menjadi parah.
“Konsepnya sama seperti vaksin Covid-19, yaitu mengurangi tingkat keparahan jika terinfeksi. Tujuan utama vaksin ini agar tidak sampai terjadi kondisi berat atau kematian,” jelasnya.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin turut menyatakan dukungannya terhadap program ini. Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Banjarmasin, Ibnul Qayyim, mengatakan, sasaran utama vaksinasi adalah siswa kelas III dan IV SD, yang umumnya berusia 8 hingga 9 tahun. “Usia tersebut tergolong rentan terhadap serangan DBD,” ujar Qayyim.
