KITAINDONESIASATU.COM – Ziarah kubur pada hari Jumat sangat disukai peziarah di Indonesia. Hal ini karena keutamaan hari Jumat yang merupakan hari yang banyak memiliki keistimewaan dan mustajab untuk berdoa.
Ziarah kubur di hari Jumat telah menjadi tradisi, untuk mendoakan orang-orang yang meninggal, baik keluarga, saudara, dan orang tua. Di kubur, biasanya memebacakan tahlil, surah yasin yang pahalanya dihadiakan bagi orang yang meninggal.
Keutamaan berziarah kubur di hari Jumat sebagaimana dalam kitab Nawadhir Al-Ushul karya Imam Tirmidzi dan kitab Al-Mu’jam Al-Awsath karya Imam Thabrani, keduanya diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda:
مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِيْ كُلِّ جُمُعَةٍ غُفِرَ لَهُ وَ كُتِبَ لَهُ بَرًا
Artinya: “Siapa saja yang menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya tiap hari Jumat, maka diampuni dosa-dosa (kecil) nya dan dia dicatat sebagai orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya.”
Mengenai waktu yang dianjurkan untuk ziarah kubur, menurut keterangan Hasyiyah Bujairami juz 1/497 adalah hari Kamis sore hingga hari Sabtu pagi:
رُوحُ الْمَيِّتِ لَهَا ارْتِبَاطٌ بِقَبْرِهِ وَلَا تُفَارِقُهُ أَبَدًا لَكِنَّهَا أَشَدُّ ارْتِبَاطًا بِهِ مِنْ عَصْرِ الْخَمِيسِ إلَى شَمْسِ السَّبْتِ وَلِذَلِكَ اعْتَادَ النَّاسُ الزِّيَارَةَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَفِي عَصْرِ الْخَمِيسِ
Artinya: “Ruh mayit memiliki ikatan (berada) di makamnya, yakni tidak terpisah selama-selamanya dengan makam, terlebih pada Kamis sore hingga Sabtu pagi. Oleh karena itu, masyarakat membiasakan ziarah di hari Jumat dan kamis sore.”
Dengan demikian hari Jumat adalah hari yang Istimewa untuk berziarah kubur, terutama hari Jumat di bulan Ramadan. Wallahu ‘Alam Bisshawab. (*)




