Lifestyle

Tanda Diterimanya Amal: Menikmati Buah Ibadah di Dunia Menurut Kitab Al-Hikam

×

Tanda Diterimanya Amal: Menikmati Buah Ibadah di Dunia Menurut Kitab Al-Hikam

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 07 03 at 10.25.57
Kitab Al-Hikam jadi bacaan wajib pengelola pesantren di Indonesia. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM — Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari dalam karya monumentalnya, Kitab Al-Hikam, menekankan pentingnya merasakan keberkahan ibadah sejak di dunia.

Pada hikmah ke-70, beliau menegaskan bahwa kemampuan seorang hamba dalam merasakan kenikmatan dan ketenteraman saat beramal merupakan tanda awal penerimaan amal tersebut oleh Allah SWT.

Dalam pesan spiritual tersebut, Ibnu Atha’illah menjelaskan bahwa buah dari amal tidak hanya dipetik di akhirat kelak, tetapi juga dirasakan langsung di dunia berupa ketenangan jiwa, kelezatan bermunajat, serta dorongan untuk terus berbuat kebaikan.

Ketika seseorang beribadah dengan ikhlas tanpa beban, rasa manisnya iman akan hadir menyelimuti hati.

Sebaliknya, jika ibadah terasa berat atau sekadar kewajiban formalitas, hamba tersebut dianjurkan untuk mengevaluasi keikhlasan hatinya. Para ulama tasawuf menyebutkan bahwa kelezatan beribadah di dunia adalah cerminan dari keridaan Sang Pencipta.

Melalui hikmah ke-70 ini, umat Islam diajak untuk tidak hanya mengejar kuantitas amal, melainkan juga menjaga kualitas ketulusan. Menikmati setiap sujud dan dzikir menjadi bukti nyata bahwa hamba tersebut sedang merasakan karunia rahmat-Nya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *