Lifestyle

Rafa Tewas Digigit Ular Weling, Ini 5 Pertolongan Pertama yang Bisa Selamatkan Nyawa

×

Rafa Tewas Digigit Ular Weling, Ini 5 Pertolongan Pertama yang Bisa Selamatkan Nyawa

Sebarkan artikel ini
ular
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Kabar duka datang dari Pekalongan. Rafa, bocah 11 tahun, meninggal dunia setelah digigit ular weling, salah satu spesies ular berbisa mematikan di Indonesia.

Awalnya, Rafa sempat dibawa ke RSUD Kajen dan diperbolehkan pulang. Namun, tak lama setelah sampai rumah, kondisinya memburuk. Ia mengalami kejang hebat hingga akhirnya kembali dilarikan ke rumah sakit swasta, namun sayangnya, nyawanya tidak tertolong.

Ular weling, yang dikenal dengan warna belang hitam-putih mencolok, bukan sekadar menakutkan karena penampilannya. Bisa dari ular ini disebut 15 kali lebih mematikan daripada kobra. Tak heran, ular weling dijuluki “five-step snake”, karena korban yang tergigit dipercaya hanya punya waktu lima langkah sebelum kolaps.

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/feature/berita-utama/demo-ojol-guncang-jakarta-ribuan-aparat-turun-tangan-amankan-monas/

Namun benarkah tak ada harapan jika digigit ular weling? Masih ada peluang selamat. Kuncinya ada pada pertolongan pertama yang cepat dan tepat.

Simak 5 langkah penting berikut yang bisa menyelamatkan nyawa bila menghadapi situasi darurat gigitan ular weling:

1. Tenangkan Korban dan Jangan Panik

Langkah pertama yang vital adalah membuat korban tetap tenang. Panik hanya akan mempercepat peredaran racun. Buat korban berbaring dengan tenang dan usahakan area gigitan berada lebih rendah dari jantung.

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/feature/berita-utama/km-barcelona-v-terbakar-hebat-5-penumpang-tewas-identitas-2-masih-gelap/

2. Imobilisasi Bagian Tubuh yang Tergigit

Jangan gerakkan bagian tubuh yang digigit. Segera lakukan pembidaian menggunakan kayu, kardus, atau kain agar area yang terkena tetap diam. Ini penting untuk memperlambat penyebaran racun ke seluruh tubuh.

3. Segera Bawa ke Fasilitas Medis Terdekat

Setelah pertolongan pertama dilakukan, secepat mungkin bawa korban ke rumah sakit terdekat. Semakin cepat ditangani tenaga medis, peluang sembuh semakin besar.

4. Pastikan Rumah Sakit Melakukan Airway-Breathing-Circulation (ABC)

Sesampainya di rumah sakit, penanganan medis harus langsung menyentuh fungsi vital seperti pernapasan, sirkulasi, dan kesadaran korban. Ini penting karena bisa weling menyerang sistem saraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan napas.

5. Pemberian Antivenom

Meskipun antivenom khusus untuk ular weling (Bungarus candidus) belum tersedia di Indonesia, namun antivenom untuk ular welang (Bungarus fasciatus) masih bisa digunakan sebagai alternatif. Pastikan korban menerima penanganan ini sesegera mungkin dari fasilitas yang memilikinya.

Waspadai Gejala Awal

Gejala gigitan ular weling bisa sangat cepat muncul seperti mual, muntah, kejang, hingga kelumpuhan. Jangan tunda penanganan. Bila kamu, keluarga, atau tetangga tinggal di wilayah rawan ular, penting untuk memahami protokol ini. Jadikan kisah tragis Rafa sebagai peringatan bahwa penanganan cepat bisa menyelamatkan nyawa. (*)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *