KITAINDONESIASATU.COM – Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibn Ata’illah as-Sakandari kembali menjadi sorotan umat Islam yang mendalami ilmu tasawuf. Hikmah ke-66 dalam kitab monumental tersebut menegaskan pentingnya menjaga keikhlasan serta niat murni dalam setiap amal ibadah dan perbuatan sehari-hari.
Dalam hikmah ini, Syekh Ibn Ata’illah mengingatkan bahwa wujud amal merupakan bentuk fisik yang mati, sementara roh atau jiwanya adalah rahasia keikhlasan (sirr al-ikhlas) yang berada di dalamnya. Tanpa ikhlas, segala rutinitas ibadah hanya menjadi rutinitas hampa yang kehilangan makna spiritual di hadapan Sang Pencipta.
Para ulama menekankan bahwa pesan tersebut sangat relevan dengan dinamika kehidupan modern. Di tengah maraknya fenomena pencitraan dan kepalsuan sosial, hikmah ke-66 hadir sebagai pengingat agar setiap individu mengevaluasi kembali ketulusan hatinya.
Keikhlasan tidak hanya menjadi penentu diterimanya amal di akhirat, tetapi juga menghadirkan kedamaian batin sejati.
Melalui perenungan hikmah ini, umat diajak untuk terus membersihkan hati dari sifat riya dan kebanggaan diri, sehingga seluruh tindakan mampu mendatangkan keberkahan yang nyata.(*)




