Lifestyle

Pakar Ortopedi Malaysia Nyatakan Robot Hanya Membantu, Peran Dokter Ahli Tetap Penentu

×

Pakar Ortopedi Malaysia Nyatakan Robot Hanya Membantu, Peran Dokter Ahli Tetap Penentu

Sebarkan artikel ini
bajo 39
Pakar Ortopedi dari Malaysia Dr Wong Chung Chek

KITAINDONESIASATU.COM – Ahli bedah ortopedi dari Kelompok Pengobat Johor (KPJ) Kuching Specialist Hospital, Malaysia dr. Lee Woo Guan menyatakan, keberadaan robot dan kecanggihan teknologi sifatnya hanya membantu kerja dokter dan tidak bisa menggantikan peran dan keahlian dokter.

“Robot dan AI hanya membantu kerja dokter, tapi tidak bisa mengganti keahlian dokter,” kata dr. Lee Woo Guan dalam acara Health Talk Specialist Orthopedic, Sabtu (27/06/2026) malam.

Acara bertajuk “Mobilitas Aktif di Usia Emas” itu merupakan kerja bareng antara KPJ Kuching Specialist Hospital Malaysia dan Bhinneka Life Indonesia dengan menghadirkan dokter ahli ortopedi dari Malaysia, yakni dr. Lee Woo Guan dan dr. Wong Chung Chek.

Hadir pada acara itu, dr. Kenny Yeap Kim Pey, Regional Chief Executive Officer (CEO) KPJ Healthcare Wilayah Malaysia Timur, Nor Azlina Jemain, CEO Kuching Specialist Hospital, Benny Indra CEO Bhinneka Life dan sejumlah petinggi KPJ Kuching dan Bhinneka Life.

Sekitar 100 undangan dengan seksama menyimak paparan dr. Lee woo Guan dan dr. Wong Chung Chek sampai akhir.

Dr. Lee menjelaskan, robot atau peralatan berteknologi canggih bisa saja dibeli dengan mudah, tetapi semua peralatan itu tidak bisa menggantikan peran dokter.

Semua alat itu tetap butuh dokter ahli yang bisa mengoperasikan, karena peran dokter tetap sentral dan tidak bisa digantikan oleh alat apapun.

“Banyak robot dibeli, tetapi ketika dioperasikan malah sering terjadi mis, terjadi komplikasi, karena dokter tidak bisa mengoperasikan dengan baik,” papar dr. Lee.

Lebih jauh dr. Lee memaparkan, robot atau alat berteknologi canggih hanya bersifat membantu, mengukur lebih presisi, tetapi tidak bisa menggantikan sepenuhnya kerja dan keahlian dokter.

Menurutnya, mis dan komplikasi itu sering terjadi karena ketidakmampuan dokter dalam mengoperasikan robot dan peralatan berteknologi canggih. Dr. Lee juga mengaku sering melakukan ‘restorasi’ dari hasil operasi yang kurang berhasil.

Robotik Sangat Mendukung
Sementara dr. Wong Chung Chek, konsultan Ahli Bedah Ortopedi dan Tulang Belakang, menyatakan teknologi navigasi robotik sangat mendukung keselamatan, efisiensi, dan akurasi tinggi saat prosedur tulang belakang.

“Teknologi seperti Brainlab Kick Navigation System yang digunakan memberikan penduan secara langsung dan visualisasi 3D yang sangat akurat dari anatomi tulang pasien,” papar dr. Wong Chung Chek.

Ditambahkan dr. Wong, robotik membantu ahli bedang menavigasi struktur tulang belakang yang rumit dan menempatkan implant (seperti skrup) dengan sangat presisi, sehingga meminimalkan Risiko pada jaringan saraf,” ujarnya.

Menurutnya, teknologi ini memberi tingkat akurasi yang sangat tinggi dan menghasilkan prosedur yang lebih aman, komplikasi lebih minim, dan pemulihan pasien yang lebih baik.

Dr. Wong menyontohkan, bagaimana kasus scoliosis bisa ditangani lebih baik dengan bantuan robotik.
Dr. Kenny Yeap Kim Pey, Regional Chief Executive Officer (CEO) KPJ Healthcare Wilayah Malaysia Timur mengatakan bahwa acara seperti ini sangat penting dan hendaknya bisa bisa berkesinambungan.

“Kami ingin kerjasama seperti ini bisa terus dijalin untuk masa-masa yang akan datang,” kata dr. Kenny.
Benny Indra, CEO Bhinneka Life menyatakan betapa pentingnya arti Kesehatan. Acara yang digelar KPJ Kuching dan Bhinneka Life ini dinilai sangat bermanfaat.

“Acara ini benar-benar sangat bermanfaat, sehingga kita tahu bagaimana pentingnya arti Kesehatan,” tutur Benny Indra.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *