KITAINDONESIASATU.COM — Dalam perjalanan spiritual menuju ketenangan batin, Ibnu Atha’illah as-Sakandari memberikan nasihat mendalam melalui Al-Hikam. Pada hikmah ke-33, beliau menekankan pentingnya mengenali serta menundukkan hawa nafsu yang sering kali menjadi penghalang terbesar manusia menuju kedamaian sejati.
Ibnu Atha’illah menegaskan bahwa nafsu selalu berusaha mencari pembenaran atas setiap keinginan duniawi. Ketika seseorang menuruti kehendak nafsunya, hati akan menjadi keras dan sulit menerima kebenaran. Hikmah ini mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukan saat berhasil menguasai orang lain, melainkan ketika mampu mengendalikan keinginan diri sendiri.
Melalui hikmah ini, umat diajak untuk terus berintrospeksi (muhasabah). Menundukkan nafsu bukan berarti mematikannya secara total, melainkan mengarahkannya agar senantiasa berjalan sesuai ridha Allah SWT.
Langkah awal untuk mengendalikan nafsu dapat dimulai dengan beberapa amalan berikut:
- Meningkatkan zikir: Menjaga kebersihan hati dari prasangka buruk.
- Melatih kesabaran: Menahan diri dari dorongan syahwat duniawi.
- Istiqamah bertobat: Memohon perlindungan agar tidak diperdaya oleh tipu daya diri.
Mengendalikan nafsu memang memerlukan perjuangan berkesinambungan. Namun, itulah satu-satunya jalan menuju kemerdekaan jiwa yang hakiki dan kedamaian yang abadi.(*)




