KITAINDONESIASATU.COM — Kitab Al-Hikam karya Syaikh Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari kembali menjadi bahasan spiritual yang relevan bagi kehidupan modern.
Pada pasal atau hikmah ke-53, ulama sufi asal Mesir tersebut menekankan pentingnya rasa syukur sebagai fondasi utama dalam mempertahankan kenikmatan hidup.
Ibnu ‘Atha’illah menegaskan bahwa barang siapa yang tidak mensyukuri nikmat, pada hakikatnya ia sedang membiarkan nikmat tersebut perlahan sirna. Sebaliknya, mereka yang senantiasa bersyukur berarti telah mengikat nikmat Allah dengan ikatan yang sangat kuat.
Uraian ini mengajarkan bahwa rasa syukur bukan sekadar ucapan lisan, melainkan pengakuan tulus dari dalam hati serta tindakan nyata dengan memanfaatkan karunia Allah untuk kebaikan. Nikmat yang diabaikan tanpa rasa syukur rentan hilang begitu saja tanpa disadari.
Para ulama menambahkan bahwa nikmat terbesar yang wajib dijaga meliputi kesehatan, kesempatan, hingga iman dan Islam. Melalui pesan hikmah ke-53 ini, umat diajak untuk lebih peka melatih diri senantiasa bersyukur agar memperoleh keberkahan hidup yang berkelanjutan.(*)




