KITAINDONESIASATU.COM – Kajian rutin Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari kembali digelar malam ini. Pembahasan memasuki babak krusial, yakni hikmah ke-12 yang mengulas tentang urgensi mengisolasi diri sejenak dari keduniawian (uzlah) demi menjernihkan pikiran dan hati.
Dalam bait hikmah tersebut, Ibnu Atha’illah menyatakan: “Tidak ada sesuatu yang lebih berguna bagi hati sebagaimana uzlah, karena dengan uzlah itu hati dapat memasuki medan kontemplasi (fikrah).”
Ustadz Ahmad Fauzi, sang pemateri, menjelaskan bahwa di tengah gempuran informasi dan kesibukan modern, manusia sering kali kehilangan arah. Uzlah atau menyendiri dalam ketaatan menjadi penawar esensial.
Dengan membatasi interaksi yang tidak perlu, seseorang memberi ruang bagi hatinya untuk merenungi kebesaran Allah.
“Hati yang sibuk dengan urusan makhluk tidak akan punya ruang untuk Allah. Uzlah adalah sarana mengistirahatkan jiwa dari hiruk-pikuk dunia agar kita bisa berpikir jernih,” tutur Ustadz Ahmad.
Ia menegaskan, hikmah ini bukan mengajak umat untuk antipati terhadap sosial, melainkan metode charging spiritual agar kembali ke masyarakat dengan hati yang jauh lebih bersih.(*)



