WHO merekomendasikan substitusi makanan bermasalah dengan karbohidrat kompleks, whole grains, serta fruit dan vegetable dengan kadar air tinggi.
Strategi pola gizi Ramadan ini memastikan sustained satiety, energi stabil, dan hidrasi optimal, sekaligus memaksimalkan nilai terapeutik kurma sehat untuk buka puasa Ramadan 2026 sebagai cornerstone nutrisi Ramadan.
Meta-analisis European Journal of Clinical Nutrition (2026) melaporkan bahwa konsumsi 3-5 butir kurma Ramadan saat iftar meningkatkan stabilitas glikemik postprandial sebesar 38,7% dibanding kontrol, memperkuat evidence base kurma sehat untuk buka puasa Ramadan 2026 dalam protokol pola gizi Ramadan berbasis bukti.***

