Bahan-bahan ini memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan prostat, menjadikan sayuran pencegah BPH dan kanker prostat ini semakin optimal untuk dikonsumsi pria setiap hari.
Tomat juga termasuk sayuran pencegah BPH karena kaya likopen, karotenoid pemberi warna merah.
Menurut National Cancer Institute, likopen dapat memperlambat perkembangan BPH dan menurunkan kadar PSA (Prostate-Specific Antigen)—biomarker klinis untuk kesehatan prostat, menjadikan sayuran pencegah BPH dan kanker prostat ini sangat penting.
Untuk memaksimalkan manfaat sayuran pencegah BPH, konsumsi tomat dengan sumber lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, minyak sayur, atau mentega.
Kombinasi ini meningkatkan penyerapan likopen untuk kesehatan prostat, sekaligus memperkuat efek sayuran pencegah BPH dan kanker prostat secara keseluruhan.
Sebagai data tambahan, American Urological Association (AUA) merekomendasikan pola makan Mediterania yang kaya sayuran sebagai strategi utama manajemen BPH.
Penting dicatat bahwa BPH adalah kondisi jinak (non-kanker) yang berbeda dari kanker prostat, namun keduanya sama-sama memerlukan sayuran pencegah BPH dan kanker prostat untuk pencegahan optimal.




