Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kadar vitamin D rendah memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran pernapasan. Konsumsi suplemen vitamin D secara rutin terbukti dapat menurunkan risiko tersebut, terutama pada musim dingin atau pada individu yang jarang terpapar sinar matahari.
Kebutuhan vitamin D harian orang dewasa umumnya berada di kisaran 600–800 IU. Namun, banyak orang tidak mencapainya, sehingga dokter kerap menyarankan dosis tambahan berdasarkan hasil tes darah.
Tidak seperti vitamin C, vitamin D sulit dipenuhi hanya dari makanan, sehingga paparan sinar matahari atau suplemen menjadi faktor penting.
Jadi, mana yang lebih unggul?
Hasil studi menunjukkan bahwa vitamin C dan vitamin D sama-sama penting bagi kekebalan tubuh, namun bekerja melalui mekanisme yang berbeda.
Vitamin D berperan dalam menjaga efisiensi sistem imun secara menyeluruh dan menurunkan risiko infeksi tertentu, terutama pada individu yang kekurangan vitamin ini.

