Risiko kopi telur juga meningkat karena satu sendok teh susu kental manis menyumbang 62 kkal dan 10 gram gula, yang bila dikonsumsi rutin dapat menaikkan kolesterol LDL dan memicu penyakit kardiovaskular.
Risiko kopi telur lainnya yang tak kalah serius adalah potensi infeksi bakteri Salmonella. Banyak resep menggunakan kuning telur mentah atau setengah matang, dan suhu kopi ternyata tidak cukup panas untuk membunuh bakteri berbahaya tersebut.
Menurut FDA, telur harus dipanaskan minimal 60°C untuk mematikan Salmonella, sehingga risiko kopi telur tetap nyata jika proses pembuatannya tidak tepat.
Infeksi Salmonella dari risiko kopi telur dapat menyebabkan diare, demam, dan kram perut dalam beberapa jam hingga hari setelah konsumsi.
Kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan orang dengan sistem imun lemah memiliki risiko kopi telur yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi serius, sehingga para ahli sangat menyarankan mereka menghindari minuman berbahan telur mentah.
Untuk meminimalkan risiko kopi telur, Anda bisa menggunakan telur pasteurisasi dan mengurangi takaran gula serta susu kental manis saat membuatnya di rumah.
Manfaat dan risiko kopi telur bagi kesehatan ini menunjukkan bahwa minuman ini sebaiknya dinikmati sebagai suguhan sesekali, bukan konsumsi harian, agar tetap aman bagi tubuh.

