Peneliti utama, John Cryan, menyebut kopi sebagai zat kompleks. Ia menegaskan bahwa kopi bukan sekadar minuman berkafein, tetapi juga berinteraksi dengan sistem biologis tubuh.
Menurutnya, efek kopi pada hubungan usus dan otak menunjukkan adanya hubungan kuat antara mikrobioma, metabolisme, dan kesehatan mental. Temuan ini membuka peluang baru dalam penelitian nutrisi.
Kesimpulannya, efek kopi pada hubungan usus dan otak menunjukkan bahwa konsumsi kopi, baik berkafein maupun tidak, dapat memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi secara seimbang.***

