Tahun lalu, laporan The Lancet mencatat bahwa 7% kasus demensia berkaitan dengan kadar kolesterol LDL tinggi pada usia paruh baya.
Studi baru ini kini memperkuat dugaan tersebut, menunjukkan bahwa kadar LDL rendah dapat menurunkan risiko demensia hingga seperempat.
Dalam riset tersebut, peneliti mengumpulkan data dari 571.000 warga Korea Selatan yang belum pernah didiagnosis demensia. Dari jumlah itu, 192.213 orang memiliki kadar LDL di bawah 1,8 mmol/L, sementara 379.06 lainnya menunjukkan kadar LDL di atas 3,4 mmol/L (>130 mg/dL).
Hasil analisis setelah diagnosis menunjukkan bahwa mereka dengan kadar LDL-C di bawah 1,8 mmol/L memiliki risiko demensia 26% lebih rendah dan risiko Alzheimer 28% lebih rendah dibandingkan kelompok dengan LDL tinggi.
Meski begitu, para ilmuwan menegaskan bahwa penelitian ini bersifat observasional sehingga tidak dapat menghasilkan kesimpulan sebab-akibat yang pasti.
Mereka juga mengakui beberapa keterbatasan, termasuk fokus pada kadar LDL inti, padahal kadar lipid dapat berubah seiring waktu.

