KesehatanLifestyle

Studi Ungkap Hubungan Konsumsi Garam dan Sleep Apnea pada Wanita Menjelang Menopause

×

Studi Ungkap Hubungan Konsumsi Garam dan Sleep Apnea pada Wanita Menjelang Menopause

Sebarkan artikel ini
menopause
Ilustrasi wanita mejlang menopause (Freepik/stefamerpik)

Pada kelompok dengan asupan garam tertinggi, peningkatan risiko sudah muncul sejak awal masa peralihan menopause. Sebaliknya, pada kelompok dengan konsumsi garam lebih rendah, peningkatan risiko baru terlihat setelah menopause terjadi sepenuhnya.

Menurut Profesor Jang Yoo-soo, penurunan hormon estrogen selama menopause dapat memengaruhi kekuatan otot saluran napas atas serta sistem kontrol pernapasan.

Kondisi tersebut, bila dikombinasikan dengan diet tinggi garam, berpotensi meningkatkan penumpukan cairan dan mempersempit jalan napas saat tidur, sehingga memicu apnea tidur obstruktif.

Sementara itu, Profesor Shin Su-jeong menekankan bahwa temuan ini membuka peluang pencegahan melalui perubahan gaya hidup.

Ia menyatakan bahwa pengelolaan asupan garam sejak dini, bersamaan dengan skrining sleep apnea, dapat membantu menjaga kesehatan jantung, metabolisme, dan kualitas tidur wanita usia paruh baya.

Studi ini merupakan bagian dari program penelitian nasional Korea Selatan terkait pencegahan penyakit kronis pada wanita menopause dan telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah internasional Nutrients.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *