Dalam laporan The Lancet, para ahli menyebutkan bahwa merokok adalah salah satu dari 14 faktor utama penyebab demensia. Faktor lain termasuk depresi, konsumsi alkohol berlebihan, dan gangguan pendengaran.
Mengendalikan faktor-faktor ini sejak usia paruh baya diyakini dapat mengurangi hampir 40% risiko total demensia di kemudian hari.
Dengan demikian, berhenti merokok bukan sekadar langkah kesehatan fisik, tetapi juga strategi penting menjaga ketajaman mental dan kualitas hidup di usia lanjut.***


