Seluruh pasien menjalani kemoterapi neoadjuvan, yakni terapi yang dilakukan sebelum operasi untuk membantu mengecilkan ukuran tumor agar lebih mudah diangkat.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan cukup signifikan setelah enam bulan pengobatan berlangsung.
Sebanyak 43 persen pasien yang mengonsumsi vitamin D mengalami hilangnya tanda kanker setelah kemoterapi.
Sementara itu, pada kelompok plasebo, angka keberhasilan hanya mencapai 24 persen.
Salah satu penulis studi, Eduardo Carvalho-Pessoa, mengatakan meski jumlah sampel penelitian masih terbatas, perbedaan hasil pengobatan terlihat cukup jelas.
Ia juga menilai dosis vitamin D yang digunakan relatif rendah dibanding dosis terapi untuk menangani kekurangan vitamin D berat.
“Ini menunjukkan potensi vitamin D sebagai terapi pendukung yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Sistem kekebalan tubuh
Vitamin D selama ini dikenal berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang karena membantu penyerapan kalsium dan fosfor.


