Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa gen penghasil enzim yang mampu menguraikan polisakarida dari rumput laut, termasuk wakame dan nori, ditemukan pada bakteri usus masyarakat Jepang dengan tingkat deteksi hingga sekitar 90 persen.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah wilayah lain. Di Eropa dan Amerika Serikat, misalnya, tingkat deteksi gen tersebut berada pada kisaran 0 hingga 16,7 persen.
Temuan ini membuat rumput laut untuk mengontrol gula darah semakin menarik perhatian, meskipun penelitian tersebut tidak berarti konsumsi rumput laut secara otomatis dapat mencegah atau mengobati diabetes.
Diduga berkaitan dengan kebiasaan makan turun-temurun
Wayne menjelaskan bahwa gen yang berkaitan dengan kemampuan menguraikan polisakarida rumput laut tersebut pada awalnya ditemukan pada bakteri laut.
Gen tersebut diduga dapat masuk ke mikrobiota usus manusia melalui mekanisme yang dikenal sebagai horizontal gene transfer atau transfer gen horizontal.
Setelah itu, kemampuan tersebut kemungkinan lebih bertahan pada populasi yang memiliki kebiasaan mengonsumsi rumput laut dalam jangka panjang.





