Salah satu penyebab utama lonjakan gula darah di malam hari adalah kebiasaan makan malam terlalu larut, yang dikenal sebagai intoleransi glukosa nokturnal.
Orang yang makan malam mendekati waktu tidur, atau langsung berbaring setelah makan, cenderung mengalami kenaikan gula darah saat malam hari.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar makan malam dilakukan sebelum pukul 19.00, sehingga tubuh memiliki cukup waktu untuk mencerna makanan sebelum tidur sekitar pukul 22.00.
Penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa individu yang makan malam sekitar pukul 18.00 memiliki kadar gula darah yang lebih stabil dibanding mereka yang baru makan pada pukul 21.00. Pada kelompok yang makan lebih larut, kadar gula darah tercatat terus meningkat sepanjang malam.
Efek positif ini berkaitan dengan jarak waktu yang lebih panjang antara makan terakhir di malam hari dan sarapan keesokan paginya. Pola ini dikenal sebagai early time-restricted eating (ETRE) atau makan dini berbatas waktu.
Dibandingkan makan malam pukul 22.00—yang dianggap sebagai waktu terburuk—makan sekitar pukul 18.00 dinilai paling efektif membantu menurunkan gula darah. Pola ini juga sering dikaitkan dengan manfaat puasa intermiten jangka pendek maupun panjang.





