Satu buah pisang saja sudah mengandung sekitar 5 gram serat, sehingga sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Kandungan serat ini juga berguna untuk melunakkan tinja dan memperlancar proses pembuangannya, sehingga efektif meringankan gangguan seperti sembelit maupun diare.
Memperbaiki dan Menjaga Keseimbangan Mikrobioma Usus
Di dalam pisang terdapat jenis serat bernama inulin, yang tergolong sebagai prebiotik. Zat ini tidak sepenuhnya dicerna oleh tubuh, melainkan akan mengalami proses fermentasi di dalam usus.
Di sana, inulin berfungsi sebagai sumber makanan bagi bakteri baik yang hidup di dalam mikrobioma usus.
Jika keseimbangan bakteri ini terjaga dengan baik, berbagai manfaat penting bisa dirasakan, mulai dari pengaturan kadar gula darah, peningkatan penyerapan zat gizi, penurunan risiko kanker usus besar, hingga penguatan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, pisang juga mengandung antioksidan yang berguna untuk menetralisir radikal bebas, molekul berbahaya yang jika menumpuk dapat memicu stres oksidatif dan merusak materi genetik sel tubuh.

