Bakteri tersebut dapat ditemukan pada cangkang maupun bagian dalam telur. Jika telur dikonsumsi mentah, Salmonella dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan seperti diare, nyeri perut, muntah, hingga demam tinggi.
Pada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Dr. Thanh juga menjelaskan bahwa telur rendam madu tidak menjadi lebih aman hanya karena direndam dalam madu. Madu memang memiliki sifat antibakteri tertentu dan mampu mengubah tekstur kuning telur menjadi lebih padat, tetapi tidak mampu membunuh bakteri Salmonella yang mungkin terdapat di dalam telur.
Selain itu, mengonsumsi telur mentah juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena tubuh memerlukan energi lebih besar untuk mencerna protein yang belum mengalami proses pemanasan.
Tidak Ada Bukti Lebih Bernutrisi
Senada dengan itu, Dr. Nguyen Gia Hoang Vy dari NERCI Nutrition Research and Consulting Institute menyebut hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa bahaya makan telur mentah sebanding dengan manfaat yang sering diklaim di media sosial.
Menurutnya, madu pada dasarnya hanya menyumbang energi dari kandungan gula serta sedikit antioksidan. Proses merendam telur dalam madu tidak meningkatkan kandungan gizi telur maupun madu.
Karena itu, berbagai klaim seperti meningkatkan vitalitas, mempercantik kulit, atau memperkuat sistem imun dari telur rendam madu masih belum memiliki dasar ilmiah yang memadai.

