Pada pasien penyakit ginjal kronis, pengurangan garam dalam jumlah wajar terbukti membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi pembengkakan akibat penumpukan cairan, serta menekan proteinuria.
Meski demikian, membatasi garam bukan berarti menghilangkan rasa asin sepenuhnya.
Dalam beberapa kasus, asupan natrium yang terlalu rendah justru memicu tubuh mengaktifkan mekanisme kompensasi untuk mempertahankan garam dan cairan.
Respons ini memang bersifat protektif, tetapi bila terjadi terus-menerus dapat membebani kerja jantung dan sistem hormon.
Tak sedikit orang mengalami pusing, kelelahan, atau tekanan darah menurun, terutama saat berdiri mendadak atau berada di cuaca panas.
Natrium tetap dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan, mendukung transmisi saraf, serta membantu fungsi otot.




