Sementara itu, kunyit dikenal luas karena sifat antioksidan dan anti-inflamasinya, serta telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional.
Namun, para ahli gizi menegaskan bahwa bukti ilmiah mengenai kemampuannya dalam meningkatkan kekebalan tubuh pada orang sehat masih terbatas.
Sebagian besar riset yang ada lebih banyak menyoroti peran kunyit dalam menurunkan peradangan atau membantu kondisi medis tertentu, bukan secara langsung membuktikan kemampuannya mencegah pilek dan flu.
Apakah Kombinasi Keduanya Lebih Efektif?
Beberapa penelitian awal memang menarik perhatian. Salah satunya melibatkan atlet profesional yang mengonsumsi kombinasi kunyit, vitamin C, dan vitamin D, dengan hasil penurunan gejala pernapasan dan gangguan pencernaan berdasarkan laporan subjek.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa hasil ini tidak bisa diterapkan secara umum karena karakteristik subjek yang spesifik dan adanya tumpang tindih nutrisi.
Penelitian pada hewan juga mengindikasikan bahwa kombinasi kunyit dan vitamin D berpotensi memiliki efek antimikroba dan anti-inflamasi.



