Para ahli menyarankan memberi jeda sekitar satu jam sebelum atau sesudah makan untuk mengonsumsi teh hijau.
Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk, stroberi, paprika merah, atau brokoli dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh.
Teh hijau juga dapat mengurangi efektivitas suplemen zat besi. Oleh sebab itu, pengguna suplemen zat besi sebaiknya memberi jarak satu hingga dua jam antara waktu minum obat dan konsumsi teh hijau.
2. Bersamaan dengan Makanan Pedas atau Asam
Kandungan methylxanthine dalam teh hijau dapat membuat katup antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks. Kondisi ini berpotensi memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan atau dikenal sebagai refluks asam.
Risiko tersebut bisa meningkat apabila teh hijau dikonsumsi bersama makanan pedas maupun makanan yang bersifat asam. Akibatnya, sebagian orang dapat mengalami sensasi panas di dada, gangguan pencernaan, atau rasa tidak nyaman pada lambung.
Mereka yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau GERD sebaiknya memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi teh hijau dan membatasi kombinasi dengan makanan pedas.
3. Menjelang Waktu Tidur
Meski kandungan kafein dalam teh hijau lebih rendah dibandingkan kopi, satu cangkir teh hijau tetap mengandung sekitar 30 hingga 35 miligram kafein.

