Ketiga, makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.
Contohnya adalah kue, biskuit, minuman bersoda, minuman rasa buah kemasan, serta roti putih.
Makanan ini memiliki nilai kalori yang cukup tinggi namun kandungan gizinya sangat minim. Jika dikonsumsi berlebihan, gula yang tidak terpakai akan diubah menjadi lemak dan menumpuk di dalam jaringan hati.
Proses ini memicu peradangan dan memperburuk kondisi penyakit hati berlemak yang sudah ada maupun yang baru mulai terbentuk.
Sebagai solusinya, para ahli menyarankan untuk menggantinya dengan sumber karbohidrat dan energi yang lebih sehat seperti buah-buahan segar, sayuran, serta biji-bijian utuh agar beban kerja hati tetap terjaga.
Terakhir,adalah minuman beralkohol.
Para tenaga kesehatan dengan tegas menyatakan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah banyak atau secara terus-menerus menjadi salah satu penyebab utama kerusakan hati.
Zat dalam alkohol dapat merusak sel-sel hati secara langsung, memicu terbentuknya jaringan parut permanen atau fibrosis, hingga meningkatkan risiko terjadinya kanker hati.
