Namun, penelitian menunjukkan jumlah kolagen dapat berbeda-beda tergantung jenis hewan (sapi, ayam, kalkun, ikan) serta metode pengolahannya, seperti yang dijelaskan Fairwell Health.
2. Susu
Produk olahan susu sebenarnya tidak mengandung kolagen langsung. Namun, karena susu mengandung protein lengkap, tubuh bisa mengolah asam amino penting di dalamnya untuk memproduksi kolagen.
Penelitian menunjukkan bahwa kandungan prolin dan glisin dalam susu berkontribusi pada elastisitas kulit, kesehatan sendi, dan pembentukan kolagen.
3. Susu kedelai
Bagi yang tidak mengonsumsi produk hewani, susu kedelai bisa menjadi alternatif. Selain menyediakan protein lengkap, susu kedelai juga mengandung isoflavon yang menurut sejumlah studi dapat membantu merangsang produksi kolagen.

