Sulforaphane diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. Beberapa penelitian menunjukkan senyawa ini dapat membantu tubuh melawan stres oksidatif serta mendukung proses detoksifikasi alami.
Untuk memaksimalkan pembentukan sulforaphane, brokoli disarankan dicincang terlebih dahulu dan didiamkan sekitar 10 menit sebelum dimasak.
3.Wortel
Wortel tidak hanya kaya vitamin A, tetapi juga mengandung luteolin, senyawa flavonoid yang memiliki sifat antioksidan.
Luteolin diketahui berpotensi membantu menghambat peradangan dan mendukung kesehatan sel. Selain wortel, senyawa ini juga ditemukan dalam minyak zaitun extra virgin, daun mint, dan buah-buahan sitrus.
4. Bawang Bombay
Bawang bombay, terutama yang berwarna ungu, kaya akan quercetin, salah satu antioksidan kuat dari kelompok flavonoid.
Berbagai penelitian menunjukkan quercetin berperan dalam membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas dan mendukung kesehatan sistem imun. Karena quercetin larut dalam lemak, konsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat dapat membantu penyerapannya.


