Sementara flavonoid membantu menstabilkan sistem imun dan mencegah kerusakan sel akibat stres oksidatif. Ini sebabnya daun jambu biji dianggap sebagai salah satu tanaman herbal penurun gula darah yang paling potensial.
Studi oleh Journal of Ethnopharmacology (2024) menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae—penyebab utama diare infeksi—dengan efektivitas setara 70% dari antibiotik standar.
Selain itu, uji klinis kecil di Indonesia (2023) mencatat bahwa pasien diare yang mengonsumsi rebusan daun jambu biji pulih 1,5 hari lebih cepat dibanding kelompok kontrol.
Meredakan diare
Salah satu manfaat daun jambu biji yang paling populer adalah kemampuannya meredakan diare. Rebusan daun segar (biasanya 5–7 lembar direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas) diminum dua kali sehari.
Ramuan ini bekerja dengan memperkuat dinding usus, mengurangi frekuensi buang air besar, dan mencegah dehidrasi. Tak heran jika ramuan ini menjadi andalan di daerah terpencil yang minim akses ke fasilitas kesehatan.
Mengontrol kadar gula darah


